Mengambang

Aku tak paham mengapa aku selalu hidup dengan penuh pertanyaan, "mengapa aku hidup?" atau "apa tujuan-ku untuk hidup?" atau "mengapa setiap orang seperti sama saja?". Rasa-rasanya aku seperti mengambang, tak tentu arah, mungkin karena hidup, aku jadi seperti ini? atau mungkin karena tak pernah menemukan arah yang tentu membuat-ku pusing sendiri. Aku terus bertanya, mengapa manusia disebut sebagai makhluk sosial padahal hidup ini kita mencari sesuatu yang kita cari hanya sendiri, merasa bahwa orang lain hanya pembantu, atau membantu. Mungkin dunia ini terlalu luas, atau aku yang terlalu was-was? Bahwa dunia memang benar-benar hanya diriku sendiri, seperti berada di kotak putih yang terlalu besar, terus berlari dengan arah lurus, tanpa menemui batas. Mungkin seperti itu, tapi kini aku menemukan arti, arti apa itu hidup, bukan hanya seorang diri, tapi bersama yang lain, saling membantu.

Komentar

  1. MasyaAllah, keren Gesit tulisanya boleh komen ya... yaa begitulah hidup, terkadang membingungkan bahkan terasa berjalan tanpa arah, tapi kita beruntung punya kitab pedoman hidup yang tidak pernah lekang dimakan waktu, keren kan... semangt berliterasi Gesit.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer