Berlabuh
sc: pinterest
"Itu berlebihan."
"Tapi kalau tentang mu yang berlebihan itu akan cukup di mata ku."
"Mungkin saja, kapal mu dibawa Tuhan lebih dulu untuk berlabuh ke surga."
"Apa yang bisa menjadi bukti untuk perkataan mu itu?" Aku mengendikkan bahu lagi, "Aku bilang hanya kemungkinan," Aku menatap langit, "Aku juga bisa memungkinkan hujan terjadi malam ini, tapi tak bisa membuat nya terjadi."
"Karena, bukan aku yang mengatur nya." Kamu tersenyum, ikut menatap langit, "Mungkin saja perahu ku sedang berlabuh di tempat yang aman, tenang, dan senyap."
Aku mengangguk, mengaminkan. "Jika begitu, berdoalah, berdoalah agar terkabulkan, seperti doa-doa ibu yang tersakiti atau bahkan pencuri yang bertaubat ke seratus kali."

Komentar
Posting Komentar