Kata Ibu






Ibu pernah bilang, manusia punya dua sisi. Kedua sisi nya itu saling melengkapi, seperti langit dan bumi atau perempuan dengan laki-laki. Dua sisi ini harus seimbang, usahakan jangan sampai tumbang. Satu saja salah arah, bisa bikin bahaya. Aku bilang pada nya, manusia itu makhluk egois. Ibu selalu menjawab, sambil membelai rambut ku. Maka dari itu, tuhan buat dua sisi, saling melengkapi. Mau baik buruk sifat seseorang, kita harus banyak belajar sisi benarnya. Manusia itu sombong! Seru ku lagi. Ibu menggeleng kembali. Kalau sombong bisa di seimbangkan, maka jadi rendah hati. Manusia itu serakah! Ibu menggeleng kembali, seperti tak mau kalah. Ia menutup selimut ku, mencium kening ku dan membelai rambut ku. Kalau rasa serakah atau rakus nya itu bisa dipadamkan, diseimbangkan, dengan kebaikan, maka itu akan seimbang.


Angin bertiup, surya telah turun dari bukit, menghilangkan sinarnya. Fana merah, ungu dan oranye bercampur, warna nya indah. Gunung Fuji tampak indah di saat seperti ini. Aku ingat satu kalimat sebelum aku pergi ke negeri terbitnya matahari ini, kalimat yang membawa ku tidur nyenyak.

Jika kamu sudah besar, kamu akan paham, nak. Dimana ada orang jahat pasti ada orang baik. Dimana ada kegelapan, pasti ada sedikit cahaya di dalamnya. Kalau seimbang malah lebih bagus. Selamat malam, besok matahari menyibakkan cahayanya. Menyambut seorang anak berhati baik.” Perlahan aku tergugu, menetes kan air mata. Ibu, aku ingin pulang.


Komentar

Postingan Populer